|
Senin, 10 Mei 2010, program studi International Business Management (IBM) Universitas Ciputra menghadirkan seorang praktisi sekaligus motivator yang luar biasa, yakni Ir. Tanadi Santoso MBA, pemilik Sam Design, Pipiland Gift Shop, PT. Harrisma Wisesa dan beberapa bisnis lainnya. Pada kesempatan ini, Bp. Tanadi Santoso berbicara tentang "Irrational Decision under Uncertainty: Heuristic and Bias". Beliau membawakan seminar menarik ini dengan fun, santai, interaktif, dan berguna. Dimana ia banyak melontarkan pertanyaan yang menguji seberapa besar tingkat rasional kita dalam mengambil keputusan. Ternyata dari sekian banyak pertanyaan, ditemukan bahwa kita cenderung tidak rasional dalam kehidupan sehari-hari. Faktor emosional (emotional brain) masih lebih dominan dalam diri kita dibanding thinking brain.
Di samping itu, Bp. Tanadi Santoso juga banyak menjabarkan riset-riset menarik yang berhubungan dengan Irrational Decision, mulai dari riset "behavioral economics" yang ditemukan para pemenang hadiah nobel hingga riset-riset akademis Bp. Tanadi Santoso menjelaskan pentingnya memahami dan memanfaatkan bias yang terjadi pada perilaku konsumen, serta hal-hal apa saja yang men-trigger orang dalam mengambil keputusan. Sebagai entrepreneur, kita harus memperhatikan beberapa aspek, antara lain: pertama, mengenal siapa target market kita; kedua, memahami apa yang dipentingkan oleh customer; dan ketiga, merancang strategi untuk menciptakan keunggulan bersaing. Kita dapat melihat dan belajar dari pengalaman para best practices yang telah terbukti mencapai kesuksesan sebelumnya. Pak San, sapaan akrab Bp. Tanadi Santoso, juga memberikan pandangannya mengenai bagaimana menghadapi kompetitor yang menawarkan produk yang sama dengan produk kita tetapi dengan harga yang lebih murah. Cara yang pertama adalah membedakan service. Kita harus mengoptimalkan tingkat pelayanan dan nilai tambah yang akan kita berikan kepada customer.
Kedua adalah meng-create produk baru dengan kualitas dan harga yang lebih rendah dari produk utama kita. Tujuannya agar dapat bersaing dengan produk kompetitor yang berharga lebih murah tersebut. Contohnya adalah maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang mengeluarkan Citilink untuk bersaing di pasar low cost carrier. Pada sesi penutup, Pak San memutarkan video yang sangat menarik dalam memperlihatkan pentingnya brand image dan social pressure dalam proses decision making. Ia juga mengingatkan dalam berbisnis kita harus memperhatikan semua faktor mulai dari produk, harga, packaging, service, brand, dan sebagainya. Hal ini disebabkan faktor-faktor tersebut saling mempengaruhi dalam proses pengambilan keputusan oleh konsumen. |