| Seminar Lifestyle Marketing oleh Bernard T. Widjaja |
|
|
| Written by Administrator | |||
| Tuesday, 01 June 2010 15:43 | |||
|
Jumat, 21 Mei 2010, program studi International Business Management (IBM) menghadirkan Dr. Ir. Bernard T. Widjaja, MM sebagai dosen tamu mata kuliah Management. Saat ini, beliau menjabat menjadi General Manager pada PT Martha Beauty Gallery (Martha Tilaar Group).
Berbekal kemampuan kompetensi akademis dan pengalaman manajerial yang dimilikinya, beliau aktif menuangkan karya tulis manajemennya pada berbagai media massa, jurnal akademik, dan buku. Buku terbaru yang ditulis oleh Bp. Bernard berjudul Lifestyle Marketing. Pada kesempatan ini, Bp. Bernard membawakan seminar manajemen dengan tema "Lifestyle Marketing: New Paradigm of Marketing".
![]()
Menurut beliau, Sebagai entrepreneur, lifestyle yang ada di masyarakat dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Lifestyle sendiri disebabkan oleh dua faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor tersebut menghasilkan kebutuhan (need). Dan, kebutuhan inilah yang menjadi embrio dari peluang bisnis (business opportunity). Setelah menganalisa risiko yang mungkin terjadi (calculated risk-taker), langkah berikutnya adalah berani mengaktualisasi peluang tersebut ke dalam bisnis nyata.
Banyak manfaat yang akan diperoleh apabila memahami kebutuhan konsumen. Jika konsumen puas dengan produk atau jasa yang diberikan, maka mereka akan melakukan pembelian ulang atau repeat order. Konsumen akan senantiasa mencari-cari produk kita, atau dengan kata lain produk atau jasa kita telah mencapai tahap brand loyalty. Dengan demikian, bisnis yang kita bangun menjadi sustainable dan semakin terdepan.
Pada akhir sesi, Bp. Bernard memberikan beberapa pesan yang sangat berguna dan inspiratif bagi para calon world class entrepreneur. Pertama, kita harus mengenal pelanggan secara benar agar dapat menghasilkan keputusan manajemen pemasaran yang tepat.
Kedua, kita harus dapat memanfaatkan "lifestyle" untuk memasarkan produk dan jasa, sehingga bisnis yang kita bangun dapat berkembang menjadi bisnis yang memiliki daya saing, berorientasi pada pasar, dan sustainable.
![]()
Ketiga, kita harus fokus pada nilai tambah apa yang akan kita berikan kepada pelanggan. Pelanggan yang puas akan melakukan repeat order dan pada akhirnya dapat meningkatkan omzet bisnis kita.
Keempat, kita harus mampu me-marketing-kan produk atau jasa kita secara kreatif dan menjunjung tinggi etika guna menjaga nama baik atau image kita dalam jangka panjang.
Dan kelima, sebagai entrepeneur, kita harus cermat dalam membaca dan menangkap peluang yang ada. Karena kesuksesan hanya datang bagi mereka yang berani bertindak (action) terlebih dahulu.
|








